Sunday, January 24, 2016



Di tengah derasnya rookie bermunculan, mau nggak mau, para grup terdahulu harus berusaha mempertahankan eksistensinya di dunia kipop. Merpertahankan lebih sulit daripada menggapai. Dan move on lebih sulit dari dapetin. Oke, gue rasa ini enggak penting.

Banyak cara yang digunakan artis kipop buat mempertahankan eksistensi mereka. Comeback dengan konsep yang berbeda, misalnya. Beda sama artis di sini yang kalau pengen eksis harus bikin cerita setingan dulu terus jadi berita di acara gosip. Iyalah, aneh juga kalo jadi berita acara patroli.

Membahas soal comeback, ada banyak grup kpop yang berbondong-bondong comeback di bulan Januari ini. Salah satunya, TEEN TOP. Mereka comeback dengan album ‘Red Point’, yang bikin gue bertanya-tanya, kenapa sih banyak banget musisi yang menggunakan ‘red’ sebagai judul lagu atau album. Apa sih uniknya merah? Kenapa nggak warna lain aja gitu, orange misalnya, yang lebih ngejreng cetar bikin bergetar.

 

Di album Red Point, mereka memilih lagu Warning Sign sebagai main track. Music video-nya pun sudah rilis sejak lalu. Saat menonton mv nya, seketika gue tertarik untuk mereview lagu beserta mv. Entah apa yang memotivasi gue, mungkin cinta Changjo yang amat besar ke gue sehingga menginspirasi gue untuk nulis review ini.

Lagu
Seperti yang Chunji katakan di mv making, bahwa Warning Sign adalah lagu yang menceritakan tentang seorang cowok yang mengirimkan tanda peringatan untuk ceweknya karena si cewek udah berubah, bukan berubah jadi power rangers. Nah biarpun si cewek berubah ke yang netagif, cowoknya ini masih sayang banget. Menurut gue, yang dimaksudkan ‘tanda peringatan’ di sini adalah kode supaya ceweknya kembali menjadi cewek baik kali ya?  Atau ‘tanda peringatan’ putus?

Sewaktu mendengarkan lagu ini untuk yang pertama kali, gue sedikit kecewa. Lagunya kurang cathcy. Namun setelah mendengarkan beberapa kali, akhirnya ngepas di telinga. Bagian reff Niel, menurut gue emang yang paling mudah diinget. Lagu ini ternyata bagus juga meski bagusnya tuh bagus yang biasa aja bukan bagus yang wow. Kalau Bagus Suprapto, itu nama orang.

Tentang lirik, lirik lagu Warning Sign belum berhasil bikin gue baper. Yang ada gue malah berpikir ambigu pas baca lirik yang ‘you tangled up hair, your unbuttoned shirt.’ Bukan ambigu sih, lebih tepatnya mikir kotor. Pikiran gue memang udah saatnya untuk dilaundy.

Menurut opini gue, Teen Top butuh lagu semacam Miss Right untuk dinyanyikan. Kurang cocok lah bagi mereka untuk nyanyi lagu yang terlalu serius. Mereka lebih fit dengan lagu asoy asoy hoy. Miss Right tuh memang dewa banget, nyaris semua orang yang suka kipop tau lagu itu. Kemana-mana gingseng mo dikenyot. Selain Miss Right, ada juga Be Ma Girl. Kalau seandainya lagu-lagu Teen Top setipe kayak itu, pasti seru dan kekhasan-nya akan terasa.

Music Video
Sebelum lebih lanjut, gue ingin membahas soal model mv Warning Sign. Hm. Sepertinya penggunaan model bule masih jadi trend di korea. Apa mungkin bagi mereka, penggunaan bule sebagai model mv menambah poin plus tersendiri. BTW, hidung model mv Warning Sign mancung banget sumpah. Sayangnya, gue nggak dapet banyak info tentang model mv Warning Sign. Gue nggak tau dia siapa, nama dia siapa, asal dia darimana, umurnya berapa, dan syuting dianter naik apa. Huh.. gue udah kayak orang mau pedekate aja. Tapi beneran gue nggak tau asal usul bule satu ini. Hah payah, review macam apa ini.

Itu hidung apa kasih ibu mbak, panjang bener.

Banyak sisi kelebihan mv Warning Sign, di sini, kita bisa melihat para member Teen Top dengan style mereka masing-masing. Setiap style punya konsep yang saling mendukung satu sama lain. Sehingga konsep mv Warning Sign ini benar-benar bagus. Nilai keestikaannya pun terasa.

 

Kekurangannya, mv ini nggak ada story line atau jalan ceritanya. Sehingga yang nonton kurang paham maksud mv ini apa, tujuannya apa. Kemudian mv ini juga terlalu banyak mengandung filosofi yang orang awam dan bego kayak gue males buat menelaahnya. Gue cuma paham satu scene, dimana L.Joe jalan di pecahan kaca. Hal ini mengekspresikan kesakitan, penderitaan, dan pengkhianatan serta perpisahan dengan ceweknya. Edan, komplit abis.

Bicara soal akting, berdasarkan pandangan gue, hampir semua member aktingnya bagus. Kecuali Ricky dan Chunji. Gue lihatnya kayak.. mereka terkesan kaku gitu? Terlebih Ricky. Sumprit, gue lihatnya malah kayak anak kecil lagi dimarahin gurunya. Wajahnya tegang bener, butuh dikompres pakai air anget tuh.

Kaku banget mas?

Sementara itu, akting yang paling bagus menurut gue diraih oleh L.Joe. Oh jelas lah, dia yang paling berpengalaman. Music video Teen Top, kebanyakan dibintangi oleh dia. Jadi udah terlatih gitu. Dan interaksi dia bersama model mv di Warning Sign, sangatlah tidak canggung. Begitu pula dengan Niel, gila sih, nempel banget nggak ada canggung-canggungnya.

 

Akting Changjo juga bagus di sini, meski interaksi dengan model mv nya nggak seseru yang lain, namun penjiwaan dia saat akting sendirian itu penuh totalitas. Lagi-lagi, di mv Teen Top yang kesekian kalinya, dia enggak nampak seperti maknae. Bongsor kesayangan emang.

Astaga, ganteng bangett??!

Yang menyita perhatian gue, saat CAP interaksi dengan model mv. Sepertinya mereka cocok jika bersama. Serius deh, kalau mereka jadian pasti cocok banget. Plis buat fans CAP, jangan bunuh gue. Cukup cinta ini yang membunuhku, kayak lagu d’masiv.

Ini keren.

Cukup sampai di sini review gue yang nggak guna, tolong dengan sangat, jangan nyesel baca review ini. Kalau udah terlanjur nyesel, silahkan ke puskesmas terdekat biar segera ditangani. Hah.. semoga comeback ini sukses dan kedepannya lagu mereka bisa lebih asik lagi.


Categories: ,

0 komentar:

Post a Comment