Menonton Weekly Idol bukan kewajiban bagi gue. Acara variety show itu
gue tonton jika gue suka bintang tamunya. Kalau nggak, ya sori, gue lebih
memilih nonton TTS Cak Lontong di TV. Nah, pada episode ke 328 kemarin, bintang
tamu Weekly Idol adalah Super Junior. Awalnya gue nggak minat untuk nonton,
tapi setelah lihat komentar-komentar netizen di twitter yang kebanyakan bilang
bahwa episode-nya kocak abis, gue jadi penasaran.
Ternyata berdasarkan apa yang gue tonton, episode itu lebih dari
sekadar kocak. Hampir setiap 10 detik sekali, pasti gue ketawa. Yah minimal
meringis lah melihat tingkah konyol member Super Junior yang kadang di luar
nalar. Jujur, gue agak takjub sih lihat Weekly Idol episode Super Junior
tersebut. Soalnya sudah lama gue nggak lihat Super Junior dan begitu muncul…
edan masih lucu aja nih om-om.
Apalagi waktu segmen Random Play Dance. Asli, kacau banget. Jangankan
ingat gerakan dance, ingat sama lagunya aja nggak. Iya, member SJ pada lupa
sama lagu sendiri. Tiap ganti lagu, mereka bengong dulu seolah mewakili
ungkapan... Hah? Ini lagu gue ya? Oh iya
deng lagu gue. Hehehehehehe. Baru deh joged. Itupun jogednya tidak sesuai
kaidah seharusnya. Maklum sih, mereka debut udah 12 tahun dan lagu-lagu yang
telah mereka rilis ada banyak.
Setelah nonton Weekly Idol episode Super Junior, tiba-tiba muncul
hasrat untuk nonton mv-mv lama Super Junior. Maka, pada malam Selasa, yang
seharusnya gue isi dengan belajar materi simulasi UNBK, malah gue isi dengan
kegiatan nostalgia Super Junior.
Kegiatan nostalgia, gue lakukan dengan menonton mv lama Super Junior
yang tersimpan di hard disk gue. Kebanyakan, mv lama SJ yang gue punya itu
kualitasnya rendah. Ada yang format mp4 360p, ada pula yang 3gp. Parah, sih,
pecah dan butek abis. Untung mereka ganteng-ganteng ya, jadi dalam format 3gp
pun tetap terlihat oke. Yah, harap maklum, dulu gue termasuk dalam golongan
fangirl miskin yang cenderung gaptek, nggak paham tipe kualitas video, jadi
yah… alakadarnya gitu. Yang penting punya.
Saat menonton mv lama SJ, hati gue diselimuti perasaan campur aduk.
Trenyuh, terharu, bangga, dan entahlah, gue nggak bisa menguraikannya. Sulit
mencari adjektiva yang pas untuk menggambarkan sauna hati gue saat itu. Yang
pasti, dengan menonton mv lama SJ, gue tersadar akan dua hal.
Pertama, dulu mereka rame banget dan nggak perlu dancer untuk menuhin
panggung. Sekarang… sepi. Beberapa waktu lalu ketika nonton comeback stage SJ
‘Black Suit’, sumpah gue berasa aneh, sebab nggak biasa lihat panggung Super
Junior sepi.
Kedua, gue tersadar bahwa… ternyata gue sudah sejauh ini hidup bersama
kipop.
Jadi, gue mulai suka Super Junior ketika kelas 5 SD yakni sekitar
tahun 2011-an. Dan Super Junior adalah grup pertama yang bikin gue suka kipop.
Sehingga bisa dibilang bahwasannya SJ adalah grup yang menjorokkan gue ke
jurang bernama kipop.
Entah dengar lagu Sorry Sorry dari mana, yang jelas gue selalu
terngiang dengan lagu itu. Belajar… nyanyi Sorry Sorry, bengong… nyanyi Sorry
Sorry, boker pun nyanyi Sorry Sorry. Kemudian gue berusaha cari tau siapa yang
menyanyikan lagu itu berbekal hape cina murahan dan koneksi internet yang nggak
seberapa. Iya, jaman segitu jaman-jaman hape cina murah merajalela.
Singkat cerita, gue tau yang menyanyikan lagu Sorry Sorry adalah Super
Junior, boyband korea. Begitu tau, gue nyaris tiap hari cari tau soal SJ.
Seperti layaknya jutaan umat kipop di bumi, bias pertama gue di SJ adalah Siwon.
Namun, suka Siwon cuma sebentar doang. Pada akhirnya gue menjatuhkan pilihan
pada Kyuhyun. Ya, bias gue Kyuhyun, kadang Donghae juga.
Gue masih ingat, lagu k-pop pertama yang gue punya adalah lagu Sorry
Sorry dan Bonamana. Kedua lagu itu gue dapat dari hasil bluetooth-an dengan
teman sekelas yang kebetulan saat itu juga suka Super Junior. Udah deh, gue
yakin hampir semua anak kipopers pernah melewati masa-masa nggak modal alias
sukanya minta lagu via bluetooth dan minta mv via flashdisk. Hayo ngaku.
Teman sekelas gue yang suka Super Junior itu ada tiga. Mereka terdiri
dari satu cewek dan dua cowok. Nah, yang cowok, itu baik banget. Sebagai anak
cowok, mereka sering nongkrong di warnet. Di tempat itu, mereka download banyak
lagu serta video SJ. Mereka nggak pelit membagi lagu dan video itu ke gue.
Sering deh mereka ngirimin lagu-lagu SJ via bluetooth dan ngasih video-video SJ
via flashdisk. Sekarang gue nggak tau di mana mereka, apakah masih suka kipop
apa nggak. Kalau masih… alhamdulillah bukan cuma gue yang tersesat di jurang
kipop dan nggak bisa balik. Gue ada temannya. Yes… yes…
Naik ke kelas 6, gue mulai kenal grup lain selain SJ. Kemampuan
fangirling gue pun meningkat pesat. Gue udah nggak jadi fangirl tukang ngemis
via bluetooth dan flashdisk, gue sudah bisa download lagu dan mv sendiri.
Selain itu, gue juga mulai memanfaatkan akun twitter gue untuk mendapat informasi
tentang kekoriyaan.
Tapi untuk menjadi fangirl mandiri itu perlu proses. Sebelum punya
modem dan akses internet yang baik, kalau mau fangirling-an harus ke warnet
dulu. Sampai-sampai, gue punya pengalaman tak terlupakan di warnet gara-gara
kipop.
Cerita pertama, gue pernah mampir ke warnet bersama seorang teman
dengan niat ingin download mv korea. Ketika sampai di bilik warnet dan buka
youtube, kami berdua bingung. Kok komputernya nggak ada suaranya? Terus teman
gue celingukan dan bilang bahwa jelaslah nggak ada suaranya lha wong nggak ada
speaker-nya, kalau mau ada suaranya harus pinjam headphone ke mbak-mbak warnet
yang jaga.
Akhirnya kami pinjam headphone ke si mbak.
Setelah dipinjami, kami kembali ke bilik kemudian kami kebingungan…
lah ini pasangnya di mana. Daripada sok tau dan dikhawatirkan bakal gue colokin
di lubang hidung, gue dan teman meminta bantuan si mbak warnet buat memasangkan
headphone. Setelah dipasangkan, kami menemukan kendala lagi, yaitu kami
kebingungan bagaimana cara download mv dari youtube.
Kami pun balik ke si mbak, minta bantuan. Dengan raut wajah asem
(mungkin kesal gara-gara ditanyain melulu sama dua bocah ingusan), si mbak
berdiri dari kursi dan masuk ke dalam bilik warnet yang gue sewa. Lantas si
mbak memberitahu cara mendownload youtube tanpa ngomong, wajahnya jutek abis.
Untung gue memperhatikan cara dia download video youtube, jadinya gue bisa.
Cerita lain tentang warnet, terjadi ketika gue melewati masa-masa
pra-UN SD 2012. Saat itu guru gue memberi tugas untuk cari-cari soal materi UN
di internet. Akhirnya, gue dan seorang teman, pergi ke warnet pada hari Minggu.
Niatnya sih mau cari soal UN, pada kenyataannya kami malah nonton
youtube dan download banyak mv. Yah habisnya gimana, waktu itu gue nggak ngeh
bagaimana cara download soal UN di internet. Gue pahamnya cara download mv di
youtube. Maka, ya sudah, gue download mv k-pop sebanyak-banyaknya. Waktu itu
EXO lagi baru-baru debut, jadi gue download mv-nya dan nonton debut stage
mereka.
Dua jam di warnet, gue dijemput ibu. Di perjalanan waktu naik motor,
ibu gue bertanya. “Gimana? Udah dapat soal UN, kan?”
“Belum.”
“Kok bisa belum? Kamu itu di warnet dua jam ngapain aja blablablabla…”
Gue diomelin, pemirsa.
Akhir kata, gue mau bilang terima kasih untuk Super Junior yang telah
memperkenalkan gue dengan dunia kipop yang penuh warna dan lika-liku. Andai di
dunia ini nggak ada SJ, mungkin saat ini gue bukan fans k-pop tapi fans Via
Vallen dan Nella Kharisma.


Waaah berarti kita kepopers seangkatan ya.. aku dulu juga mulai suka kepop dari (kalo gak akhir 2010 ya awal 2011 deh), gara2 temen aku bawa virus kepop, padahal aku dulu suka jepang wkwkwk.. yah semenjak itu aku banting stir pindah ke haluan yang semakin unfaedah wkwkwkwk
ReplyDeleteawal suka kepop juga taunya suju sama ss501, dan sekarang saya taunya makan sama tidur wkwkwk
Berarti dari jejepangan pindah haluan ke kekoreaan ya? Gapapa, geser dikit. Jepang - Korea kan deket. Kalau saya dulunya malah fans... Justin Bieber.
DeleteWihhh iya SS501, dulu juga sempat suka itu, tapi nggak lama.
iya gitu, kyk kebawa arus sungai bengawan solo wkwkwk
Deletekeburu bubar sih ss501 nya.. aku juga gak lama sukanya.. hihi
Gw ngakak kalo baca riviewan lo , ibaratnya tulisan lo itu ada narkobanya wkkwk buat candu, byw kita sejaman loh , jaman kagak enak fangirlan lewat warnet sama hp china hahah. Salken 😀😀
ReplyDeleteHai salken juga
DeleteMeski begitu, hape cina telah berjasa dalam pengembangan skill fangirling kita lohhh