Wednesday, November 15, 2017



Menonton Weekly Idol bukan kewajiban bagi gue. Acara variety show itu gue tonton jika gue suka bintang tamunya. Kalau nggak, ya sori, gue lebih memilih nonton TTS Cak Lontong di TV. Nah, pada episode ke 328 kemarin, bintang tamu Weekly Idol adalah Super Junior. Awalnya gue nggak minat untuk nonton, tapi setelah lihat komentar-komentar netizen di twitter yang kebanyakan bilang bahwa episode-nya kocak abis, gue jadi penasaran.

Ternyata berdasarkan apa yang gue tonton, episode itu lebih dari sekadar kocak. Hampir setiap 10 detik sekali, pasti gue ketawa. Yah minimal meringis lah melihat tingkah konyol member Super Junior yang kadang di luar nalar. Jujur, gue agak takjub sih lihat Weekly Idol episode Super Junior tersebut. Soalnya sudah lama gue nggak lihat Super Junior dan begitu muncul… edan masih lucu aja nih om-om.

Apalagi waktu segmen Random Play Dance. Asli, kacau banget. Jangankan ingat gerakan dance, ingat sama lagunya aja nggak. Iya, member SJ pada lupa sama lagu sendiri. Tiap ganti lagu, mereka bengong dulu seolah mewakili ungkapan... Hah? Ini lagu gue ya? Oh iya deng lagu gue. Hehehehehehe. Baru deh joged. Itupun jogednya tidak sesuai kaidah seharusnya. Maklum sih, mereka debut udah 12 tahun dan lagu-lagu yang telah mereka rilis ada banyak.

Setelah nonton Weekly Idol episode Super Junior, tiba-tiba muncul hasrat untuk nonton mv-mv lama Super Junior. Maka, pada malam Selasa, yang seharusnya gue isi dengan belajar materi simulasi UNBK, malah gue isi dengan kegiatan nostalgia Super Junior.

Kegiatan nostalgia, gue lakukan dengan menonton mv lama Super Junior yang tersimpan di hard disk gue. Kebanyakan, mv lama SJ yang gue punya itu kualitasnya rendah. Ada yang format mp4 360p, ada pula yang 3gp. Parah, sih, pecah dan butek abis. Untung mereka ganteng-ganteng ya, jadi dalam format 3gp pun tetap terlihat oke. Yah, harap maklum, dulu gue termasuk dalam golongan fangirl miskin yang cenderung gaptek, nggak paham tipe kualitas video, jadi yah… alakadarnya gitu. Yang penting punya.

Saat menonton mv lama SJ, hati gue diselimuti perasaan campur aduk. Trenyuh, terharu, bangga, dan entahlah, gue nggak bisa menguraikannya. Sulit mencari adjektiva yang pas untuk menggambarkan sauna hati gue saat itu. Yang pasti, dengan menonton mv lama SJ, gue tersadar akan dua hal.

Pertama, dulu mereka rame banget dan nggak perlu dancer untuk menuhin panggung. Sekarang… sepi. Beberapa waktu lalu ketika nonton comeback stage SJ ‘Black Suit’, sumpah gue berasa aneh, sebab nggak biasa lihat panggung Super Junior sepi.

Kedua, gue tersadar bahwa… ternyata gue sudah sejauh ini hidup bersama kipop.

Jadi, gue mulai suka Super Junior ketika kelas 5 SD yakni sekitar tahun 2011-an. Dan Super Junior adalah grup pertama yang bikin gue suka kipop. Sehingga bisa dibilang bahwasannya SJ adalah grup yang menjorokkan gue ke jurang bernama kipop.

Entah dengar lagu Sorry Sorry dari mana, yang jelas gue selalu terngiang dengan lagu itu. Belajar… nyanyi Sorry Sorry, bengong… nyanyi Sorry Sorry, boker pun nyanyi Sorry Sorry. Kemudian gue berusaha cari tau siapa yang menyanyikan lagu itu berbekal hape cina murahan dan koneksi internet yang nggak seberapa. Iya, jaman segitu jaman-jaman hape cina murah merajalela.


Singkat cerita, gue tau yang menyanyikan lagu Sorry Sorry adalah Super Junior, boyband korea. Begitu tau, gue nyaris tiap hari cari tau soal SJ. Seperti layaknya jutaan umat kipop di bumi, bias pertama gue di SJ adalah Siwon. Namun, suka Siwon cuma sebentar doang. Pada akhirnya gue menjatuhkan pilihan pada Kyuhyun. Ya, bias gue Kyuhyun, kadang Donghae juga.

Gue masih ingat, lagu k-pop pertama yang gue punya adalah lagu Sorry Sorry dan Bonamana. Kedua lagu itu gue dapat dari hasil bluetooth-an dengan teman sekelas yang kebetulan saat itu juga suka Super Junior. Udah deh, gue yakin hampir semua anak kipopers pernah melewati masa-masa nggak modal alias sukanya minta lagu via bluetooth dan minta mv via flashdisk. Hayo ngaku.

Teman sekelas gue yang suka Super Junior itu ada tiga. Mereka terdiri dari satu cewek dan dua cowok. Nah, yang cowok, itu baik banget. Sebagai anak cowok, mereka sering nongkrong di warnet. Di tempat itu, mereka download banyak lagu serta video SJ. Mereka nggak pelit membagi lagu dan video itu ke gue. Sering deh mereka ngirimin lagu-lagu SJ via bluetooth dan ngasih video-video SJ via flashdisk. Sekarang gue nggak tau di mana mereka, apakah masih suka kipop apa nggak. Kalau masih… alhamdulillah bukan cuma gue yang tersesat di jurang kipop dan nggak bisa balik. Gue ada temannya. Yes… yes…

Naik ke kelas 6, gue mulai kenal grup lain selain SJ. Kemampuan fangirling gue pun meningkat pesat. Gue udah nggak jadi fangirl tukang ngemis via bluetooth dan flashdisk, gue sudah bisa download lagu dan mv sendiri. Selain itu, gue juga mulai memanfaatkan akun twitter gue untuk mendapat informasi tentang kekoriyaan.

Tapi untuk menjadi fangirl mandiri itu perlu proses. Sebelum punya modem dan akses internet yang baik, kalau mau fangirling-an harus ke warnet dulu. Sampai-sampai, gue punya pengalaman tak terlupakan di warnet gara-gara kipop.

Cerita pertama, gue pernah mampir ke warnet bersama seorang teman dengan niat ingin download mv korea. Ketika sampai di bilik warnet dan buka youtube, kami berdua bingung. Kok komputernya nggak ada suaranya? Terus teman gue celingukan dan bilang bahwa jelaslah nggak ada suaranya lha wong nggak ada speaker-nya, kalau mau ada suaranya harus pinjam headphone ke mbak-mbak warnet yang jaga.

Akhirnya kami pinjam headphone ke si mbak.

Setelah dipinjami, kami kembali ke bilik kemudian kami kebingungan… lah ini pasangnya di mana. Daripada sok tau dan dikhawatirkan bakal gue colokin di lubang hidung, gue dan teman meminta bantuan si mbak warnet buat memasangkan headphone. Setelah dipasangkan, kami menemukan kendala lagi, yaitu kami kebingungan bagaimana cara download mv dari youtube.

Kami pun balik ke si mbak, minta bantuan. Dengan raut wajah asem (mungkin kesal gara-gara ditanyain melulu sama dua bocah ingusan), si mbak berdiri dari kursi dan masuk ke dalam bilik warnet yang gue sewa. Lantas si mbak memberitahu cara mendownload youtube tanpa ngomong, wajahnya jutek abis. Untung gue memperhatikan cara dia download video youtube, jadinya gue bisa.

Cerita lain tentang warnet, terjadi ketika gue melewati masa-masa pra-UN SD 2012. Saat itu guru gue memberi tugas untuk cari-cari soal materi UN di internet. Akhirnya, gue dan seorang teman, pergi ke warnet pada hari Minggu.

Niatnya sih mau cari soal UN, pada kenyataannya kami malah nonton youtube dan download banyak mv. Yah habisnya gimana, waktu itu gue nggak ngeh bagaimana cara download soal UN di internet. Gue pahamnya cara download mv di youtube. Maka, ya sudah, gue download mv k-pop sebanyak-banyaknya. Waktu itu EXO lagi baru-baru debut, jadi gue download mv-nya dan nonton debut stage mereka.

Dua jam di warnet, gue dijemput ibu. Di perjalanan waktu naik motor, ibu gue bertanya. “Gimana? Udah dapat soal UN, kan?”

“Belum.”

“Kok bisa belum? Kamu itu di warnet dua jam ngapain aja blablablabla…”

Gue diomelin, pemirsa.

Akhir kata, gue mau bilang terima kasih untuk Super Junior yang telah memperkenalkan gue dengan dunia kipop yang penuh warna dan lika-liku. Andai di dunia ini nggak ada SJ, mungkin saat ini gue bukan fans k-pop tapi fans Via Vallen dan Nella Kharisma.
Categories: ,

5 comments:

  1. Waaah berarti kita kepopers seangkatan ya.. aku dulu juga mulai suka kepop dari (kalo gak akhir 2010 ya awal 2011 deh), gara2 temen aku bawa virus kepop, padahal aku dulu suka jepang wkwkwk.. yah semenjak itu aku banting stir pindah ke haluan yang semakin unfaedah wkwkwkwk
    awal suka kepop juga taunya suju sama ss501, dan sekarang saya taunya makan sama tidur wkwkwk

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berarti dari jejepangan pindah haluan ke kekoreaan ya? Gapapa, geser dikit. Jepang - Korea kan deket. Kalau saya dulunya malah fans... Justin Bieber.
      Wihhh iya SS501, dulu juga sempat suka itu, tapi nggak lama.

      Delete
    2. iya gitu, kyk kebawa arus sungai bengawan solo wkwkwk

      keburu bubar sih ss501 nya.. aku juga gak lama sukanya.. hihi

      Delete
  2. Gw ngakak kalo baca riviewan lo , ibaratnya tulisan lo itu ada narkobanya wkkwk buat candu, byw kita sejaman loh , jaman kagak enak fangirlan lewat warnet sama hp china hahah. Salken 😀😀

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hai salken juga
      Meski begitu, hape cina telah berjasa dalam pengembangan skill fangirling kita lohhh

      Delete